Tampilkan postingan dengan label Family Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family Health. Tampilkan semua postingan

12 Mar 2012

Makanan-makanan Pas untuk Anak Diabetes


Anak-anak diabetesi kerap tidak memiliki banyak pilihan makanan untuk diasup. Orangtua juga bingung dan khawatir jika membelikan mereka berbagai jenis makanan.

Tapi para dokter mengatakan, bahwa diet diabetes tidak perlu harus terlalu ketat. Pelajarilah apa saja makanan-makanan terbaik yang dapat diberikan pada anak.

Perhatikan apa yang dokter katakan dan ikuti petunjuknya dengan disiplin, dapat membantu anak Anda dapat makan dan menikmati makanan seperti anak yang lain. Sebuah perencanaan makan yang tepat adalah yang lebih dibutuhkan anak diabetes.

Berikut lima makanan terbaik untuk anak diabetes, sebagaimana dilansir Boldsky, Jumat (9/3/2012).

Pati

Jika dokter mengizinkan anak Anda mengonsumsi karbohidrat, maka bagi asupan karbohidrat dalam beberapa menu, misal untuk di siang dan sore hari. Ganti beras dan berikan anak pati yang bebas kandungan gula namun kaya protein. Anak-anak yang mengonsumsi insulin atau obat diabetes lain perlu mengawasi tingkat karbohidrat dalam tubuh mereka.

Buah & sayuran

Melon, apel, pisang, jeruk, anggur, tomat, aneka buah-buahan berry, pir bisa dijadikan sebagai buah pilihan yang aman bagi anak diabetesi. Yogurt rendah lemak juga bisa dijadikan pilihan untuk menambah energi mereka.

Seafood


Seafood yang digoreng bukanlah pilihan sehat. Meskipun makanan laut paling banyak mengandung lemak baik, tapi tetap perlu dimasak dengan cara yang benar. Bakar ikan dengan lemon di atas panci antilengket untuk menghindari minyak. Tambahkan sayuran rebus agar menambah kelezatan.

Daging

Daging tanpa lemak adalah yang terbaik untuk anak-anak dengan diabetes. Mengganti kalkun tanah daripada daging sapi relatif sedikit lemak. Ayam tanpa tulang dan tanpa kulit dengan kombinasi sayuran dan saus dapat menjadi pilihan untuk anak.
 
Lemak

Cara terbaik untuk tetap mendapatkan manfaat lemak adalah memilih makanan yang berkadar rendah lemak. Pililah keju, yogurt, es krim, dan smoothies yang rendah lemak. Susu skim dan es krim pun masih dapat dinikmati sesekali.

Senam Otak Untuk Anak

Senam bukan hanya untuk tubuh, tapi penting juga untuk otak. Brain gym terbukti memberikan berbagai faedah, terutama dalam meningkatkan semangat belajar.

Selain itu, juga meredakan stres, meningkat rasa percaya diri, dan menggali kreativitas. Berbagai manfaat itulah yang membuat brain gym bagus dilakukan oleh anak. Sebaiknya lakukan aktivitas pada pagi hari selama beberapa menit sebelum memulai aktivitas belajar-mengajar. Ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan di TK Dorkas,Tomohon, Manado.Observasi yang dilakukan oleh Frieda Legi selaku pemenang Teaching Through Movement Awards 2006 dari Brain Gym International ini,meneliti kebiasaan guru dan siswa-siswa TK tersebut setiap pagi hari.

Mereka melaksanakan brain gym selama 10 menit,sebelum masuk ke ruang kelas dan bila perlu sambil proses belajar-mengajar berjalan. Dari penelitian ini terungkap temuan menarik di antaranya, anak-anak lebih mampu berkonsentrasi serta lebih semangat belajar. Mereka lebih mudah mengikuti isi cerita dan menjawab pertanyaan, mampu mengutarakan isi hati/pikiran dengan jelas, menggambar/berkarya lebih kreatif,dan kemampuan akademik diatasi target kurikulum, misalnya menghitung sampai 100.

Di samping itu,gerakan motorik kasar dan halus mereka juga ikut terasah dengan baik.Motorik kasar seperti merayap,berjalan seimbang di balok titian,sedangkan motorik halus contohnya mewarnai,menulis, dan lain-lain.Bahkan siswa TK ini acap kali menjadi juara di lomba antarsekolah.Terdapat pula siswa yang sulit bicara,tapi dengan senam otak siswa itu dapat berbicara dengan normal sehingga tidak butuh terapi khusus. Bagi guru sendiri,senam otak membuat mereka lebih sabar menghadapi anak-anak.

Brain gym adalah serangkaian latihan gerak sederhana yang memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari,”kata Elisabeth Demuth dari Faculty Brain Gym International,Yayasan Kinesiologi Indonesia. Kepada SINDOdia menuturkan,senam otak ini merupakan inti dari educational kinesiology (Edu-K).Yang berarti dengan brain gymdan Edu-K,kita menarik keluar potensi yang terpendam melalui gerakan tubuh. Paul E Dennison dan istrinya,Gail Dennison, merupakan ahli pendidik Amerika yang memelopori brain gym.

Mantan penari ini berhasil mengungkap bahwa dengan tes otot dan noticing,mereka mampu mendeteksi hambatan belajar dan menentukan gerakan apa yang dapat menyeimbangkan otak agar seseorang dapat menggunakan seluruh potensi yang dimiliki.Keduanya mengembangkan Edu-K dan menentukan 26 gerakan sederhana yang disebut brain gym. Brain gymdiperlukan terutama untuk mengurangi stres di otak akibat belajar terlalu keras,kurang berfungsinya bagian otak tertentu akibat melemahnya integrasi mekanisme otak,dan perasaan kurang mampu dan percaya diri yang mengakibatkan semangat belajar menurun sehingga memengaruhi prestasi belajar anak.

Bagaimana senam otak menunjang kemampuan belajar? Melalui tes otot untuk dicari tahu hambatan di tubuh yang berpengaruh pada kemampuan belajar dan daya tangkap.“Senam otak ini juga membuka bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat sehingga kegiatan belajar/bekerja berlangsung baik karena seluruh bagian otak dipakai,”kata wanita yang sudah berusia lanjut ini.

Para pakar brain gym percaya bahwa semakin lincah seorang bergerak,makin tinggi semangat belajarnya.Pendidik Carla Hannaford dengan pengalaman lebih dari 30 tahun mengatakan,bergerak amat penting peranannya dalam proses belajar. “Dengan bergerak,maka membangunkan sekaligus mengaktivasi banyak kapasitas mental kita,”kata penulisSmart Moves: Why Learning Is Not All in Your Head ini.Carla juga menemukan bahwa siswa yang menghabiskan waktu untuk bergerak/berolahraga satu jam tiap hari,memiliki prestasi yang lebih baik ketimbang siswa yang tidak melakukannya.

Sebelum melakukan aktivitas senam otak,lebih dulu minum air yang cukup. “Otak didominasi oleh air (sekitar 90%), daripada organ tubuh lainnya,”kata Carla. Menyuruh siswa minum air putih sebelum memulai pelajaran seakan melumasi roda dengan minyak.Mengonsumsi air putih sangat penting,khususnya sebelum menghadapi situasi yang menekan.Pikiran yang tegang dengan tubuh yang dehidrasi dapat merusak konsentrasi.

Senam otak bersandar pada prinsip gerakan adalah pintu masuk belajar.Senam otak dapat mengurangi stres pada guru sehingga lebih sehat,sabar,dan mengajar dalam kondisi yang senang.B agi siswa,manfaat senam otak yakni mengasah daya tangkap, meningkatkan semangat belajar,dengan harapan prestasi akan meningkat.“Jadi,mari kita mengajar dan belajar dengan menggunakan seluruh otak,”pungkas Elisabeth.

4 Mar 2012

Kog Ngompol Lagi?


Kejadian mengompol biasanya dialami sejak lahir sampai usia 3 tahunan. Usia 3 tahun di mana anak mulai belajar toilet training yaitu membiasakan buang air kecil/besar di tempat yang seharusnya.

Ketika fase ini dimulai dan terlewati dengan baik, anak diharapkan mulai dapat menggunakan toilet sebagaimana mestinya dan berhenti mengompol. Namun, pada kondisi tertentu ada anak-anak yang kemudian kembali ngompolmeski sebelumnya telah sukses melalui fase toilet training.
 
Enuresis
 
Kondisi anak yang sudah berhenti ngompol lalu kembali ngompol lagi dalam dunia medis dikenal dengan istilah Enuresis. Kondisi ini terjadi pada anak usia paling sedikit lima tahun, masa dimana anak sebetulnya sudah bisa tidak mengompol lagi. Seperti dikatakan oleh dr Andri SpKJ dari RS Omni Alam Sutera, Tangerang, enuresis adalah kondisi mengompol pada siang atau malam hari sedikitnya dua kali dalam seminggu dan telah berlangsung selama minimal tiga bulan.

“Mengompol disini maksudnya adalah hanya ketika dia tidur, bukan dalam artian tidak bisa menahan kencing,” ujar Andri.

Psikiater yang mendalami kekhususan di bidang psikosomatik medis dari American Psychocomatic Society ini mengatakan, anak-anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas (anak ADHD) kerap mengalami hal ini. Selain itu akibat dari peristiwa traumatik yang baru saja terjadi, serta kecemasan pada anak dapat menjadi pemicunya.

Enuresis terbagi dua:

Enuresis Primer

Anak yang sejak lahir hingga usia 5 atau 6 tahun masih ngompol. Belum diketahui secara pasti penyebab utamanya. Disebutkan keterlambatan matangnya fungsi susunan saraf pusat sebagai penyebab utama di samping faktor genetik, gangguan tidur, kurangnya kadar antidiuretic (ADH) dalam tubuh, atau kelainan anatomi lainnya.


Pada anak normal, ketika kandung kencing sudah penuh oleh urin, sistem saraf di kandung kencingnya akan melapor kepada otak. Kemudian, otak akan mengirim pesan balik ke kandung kencing. Otak lalu meminta kandung kencing untuk menahan pengeluaran air kencing, sampai si anak betul-betul sudah siap di toilet. Tetapi pada anak dengan keterlambatan matangnya SSP, proses ini tidak terjadi, sehingga saat kandung kencingnya penuh, anak tidak dapat menahan keluarnya air kencing tersebut.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa enuresis primer bisa terjadi akibat faktor keturunan. Bila kedua orangtua mempunyai riwayat enuresis, maka 77 persen kemungkinan anak mereka akan mengalami hal yang sama. Jika hanya salah satu orang tua yang pernah mengalami enuresis, maka terdapat sekira 44 persen kemungkinan anak akan terpengaruh. Tetapi, kalau tidak ada satu pun orang tua yang pernah mengalami enuresis, maka kemungkinan anak terkena enuresis hanya 15 persen saja.
 
Enuresis Sekunder

Anak yang setidaknya selama 6 bulan berhenti mengompol lalu mendadak ngompol kembali. Dalam hal ini biasanya terjadi ketika ketika anak tiba-tiba mengalami stres kejiwaan seperti pelecehan seksual, kematian dalam keluarga, mendapat adik baru, perceraian orangtua, atau masalah psikis lainnya.

“Jangan lupakan, kondisi medis umum yang sering menjadi penyebab ngompol seperti infeksi saluran kemih, kejang, adanya abnormalitas pada sistem saluran kemihnya dan diabetes insipidus. Kondisi seperti ini yang HARUS disingkirkan terlebih dulu,” tandas Andri.

Kondisi Stres Akut

Jika secara organik tidak ada penyakit medis yang menyebabkan anak kembali mengompol, maka pertama kali yang harus ditangani adalah pemicunya. Pada enuresis sekunder kebanyakan dalam kondisi stres akut dan biasanya orangtua sudah bisa mengenali ini. Langkah awal yang harus diambil dalam mengatasi enuresis sekunder adalah dengan terlebih dulu mengenali perubahan mendadak yang terjadi dalam kehidupan anak. Bila anak mengalami stres kejiwaan, penanganan secara psikis sangat dibutuhkan

Tanda Anak Depresi

Seorang anak menjadi depresi karena ketidakmampuannya dalam beradaptasi dengan lingkungan. “Pembelajaran menjadi sulit karena lingkungan – menurut anak - dianggap tidak dapat membantu. Bahkan orangtua pun dapat berperan dalam timbulnya depresi pada anak,” tambah dokter yang juga mengajar di Divisi Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Barat.

“Orangtua yang menuntut terlalu besar, tidak mampu mendengarkan anak, atau yang terlalu dekat dengan anak sehingga sulit dilepaskan bisa membuat anak depresi jika pada suatu saat kondisi itu tidak ada lagi,” imbuhnya.

Lebih jauh Andri mengungkapkan, enuresis ini dapat dikatakan salah satu tanda anak mengalami depresi. Selain ngompol, coba perhatikan tanda lainnya seperti; apakah ia kurang bergairah? Sering marah-marah sampai tantrum? Mudah terpancing emosi dan sulit berkonsentrasi? Dengan indikasi tersebut dapat dikatakan anak sedang mengalami depresi.

Solusinya?

Pertama, temukan apa pemicu sebenarnya. Coba tangani pemicunya. Jika Anda sudah tidak dapat menanganinya sendiri, bawalah si kecil untuk mendapat penanganan profesional seperti psikolog atau psikiater.

“Kadang yang membuat sulit adalah pemicu itu berasal dari orangtua sendiri dan mereka tidak menyadarinya. Misal, anak trauma dengan kekerasan yang dilakukan orangtua terhadap dirinya. Atau, menyaksikan keributan orangtua yang menakutkan. Kalau sudah demikian usaha perlu dari pihak ketiga yang dapat melihatnya secara objektif. Kecuali orangtua menyadari pemicunya berasal dari diri mereka, maka orangtua dapat memodifikasi kondisi lingkungan agar anak menjadi lebih nyaman,” tutup Andri.

Cara Hindari Buah Hati dari Diabetes


Anak-anak dari orangtua yang memiliki diabetes berpeluang besar terkena penyakit serupa. Karenanya, sejak dini harus menghindari faktor-faktor pemicu diabetes.

Demikian saran dari Prof Dr dr Abdul Razak Thaha, pakar kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin, Makassar.

"Anak dari ayah dan ibu diabetes berpeluang besar atau berbakat menjadi diabetesi. Seperti orang yang berbakat bermain bola kaki. Jika dia tak berlatih bola kaki, maka tak akan bisa bermain bola kaki," jelasnya pada okezone usai diskusi ilmiah mengenai bahaya gula tambahan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Berikut faktor-faktor yang patut dihindari seorang anak yang orangtuanya mengidap diabetes.

Asupan gula berlebih

"Anak-anak yang ayah dan ibunya diabetes, agar tidak terkena harus menjauhi faktor-faktor yang dapat menyebabkan diabetes. Faktor diabetes pertama adalah konsumsi gula, itu harus dikurangi," saran Prof Thaha.

Kurangnya konsumsi sayur dan buah

"Faktor risiko kedua adalah konsumsi sayur dan buah yang rendah jadi harus ditingkatkan," jelasnya.

Kurangnya aktivitas fisik

"Faktor penyebab ketiga adalah aktivitas fisik yang kurang. Jika dulu permainan anak-anak yang mengharuskan banyak gerak. Sekarang mereka lebih suka bermain game di depan komputer," tandasnya.

Cara Edukasi Anak Jauhi Alkohol

Selain narkoba, alkohol merupakan hal lainnya yang membuat orangtua pusing, karena rawan diminati remaja. Lantas bagaimana cara menjauhi buah hati dari alkohol?

Pertama, tugas Anda adalah memberikan informasi sedini mungkin sebagai tahap edukasi. Demikian ujar Dr Mirriam Stoppard dalam bukunya 'Panduan Kesehatan Keluarga'.

"Alkohol adalah zat memabukkan yang dibuat dari karbohidrat terfermentasi, dan walaupun awalnya membuat kamu senang, ini sebenarnya adalah obat depresan yang memperlambat respons (memengaruhi koordinasi) dan cara kerja otak (memengaruhi penilaian), sehingga membuat orang ceroboh dan bodoh," ujar Stoppard dalam bukunya.

Berikut paparan Stoppard yang dapat Anda informasikan kepada buah hati, penjelasan mengenai apa saja efek alkohol ketika dikonsumsi, dan dampak yang akan diterima bagi yang meminumnya:

# Efek Alkohol

Minum alkohol menyebabkan orang:

- Merasa seperti lebih senang
- Percaya diri
- Merasa santai dan tenang
- Terbuka dan lebih banyak bicara
- Merasa bebas dari semua tekanan
- Bahagia dan lebih banyak tertawa
- Merasa lebih berani menghadapi hal-hal yang ditakuti.

# Efek Buruk

Minum alkohol terlalu banyak, selalu menimbulkan dampak yang menyeramkan.

- Minum bisa membuat kamu agresif dan kejam. Kamu cenderung memulai pertengkaran dan perkelahian.
- Kamu menjadi tidak terkoordinasi dan ceroboh.
- Terlalu banyak alkohol membuat pandangan kabur dan bicara cadel.
- Minum alkohol saat bermuram hati bisa membuatmu merasa lebih tertekan.
- Alkohol mengandung banyak kalori. Alkohol bisa membuatmu gemuk, dan berakibat buruk bagi kulit.
- Mabuk parah membuatmu benar-benar rapuh. Kepala terasa dipukul-pukul, dan perut terasa sakit.
- Alkohol dapat merusak kesuburan dan potensi pria.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes